Rabu, 13 Juni 2012

(Resume) Bahasa Indonesia pert 8

Alinea / Paragraf

* Satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat.

* Tetapi dimungkinkan juga alinea yang hanya satu kalimat.

* Berdasarkan fungsinya, struktur alinea diklasifikasikan dalam 2 macam :

1. Kalimat topik/kalimat pokok

2. Kalimat penjelas/pendukung

Ciri-ciri Kalimat Topik:

* Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci dan diuraikan lebih lanjut;

* Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri;

* Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain;

* Dapat dibentuk tanpa bantuan kata Sambungan

Ciri-ciri Kalimat Penjelas

* Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri (dari segi arti);

* Arti kalimat ini kadang-kadang baru jelassetelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea;

* Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi;

* Isinya berupa rincian, keterangan, contoh serta data tambahan lain yang bersifat mendukung kalimat topic



Persyaratan Paragraf / Alinea

* Perlu kesatuan = Kesatuan : membicarakan satu gagasan

* Perlu kepaduan = Kepaduan : seluruh kalimat saling terkait, mendukung gagasan tunggal

Berguna untuk memudahkan dalam memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam suatu karangan.



Kepaduan

* Kepaduan/Koherensi alinea akan terwujud jika aliran kalimat berjalan mulus, lancar serta logis.

* Kepaduan dapat dilakukan dengan cara repetisi, kata ganti / frasa pengganti, serta kata sambung dan frasa penghubung



Jenis Alinea

* Menurut posisi kalimat topiknya:

– alinea deduktif

– alinea induktif

– alinea deduktif-induktif

– alinea penuh kalimat topic

* Menurut sifat isinya

– alinea persuasif

– alinea argumentatif

– alinea naratif

– alinea deskriptif

– alinea ekspositoris

* Menurut fungsinya dalam karangan

– alinea pembuka

– alinea pengembang

– alinea penutup

Alinea Deduktif

* Kalimat utama terletak di awal paragraf

* Menyajikan pokok permasalahan terlebih dahulu (urutan khusus ke umum)



Alinea Induktif

* Kalimat utama terletak di akhir paragraf

* Menyajikan pokok permasalahan terlebih dahulu (urutan umum ke khusus)

* Alinea Deduktif – Induktif :



Bila kalimat pokok ditempatkan pada bagian awal dan akhir alinea.

* Alinea Penuh Kalimat Topik :

– Bila seluruh kalimat yang membangun alinea sama pentingnya sehingga tidak satupun kalimat

tersebut menjadi kalimat topik.

– Sering dijumpai dalam uraian bersifat deskriptif dan naratif, terutama dalam karangan fiksi



Alinea Menurut sifat isinya

* Alinea persuasif,

– jika isi alinea mempromosikan sesuatu dengan cara mempengaruhi atau mengajak pembaca. Disampaikan dengan menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan menarik sehingga pembaca terhanyut oleh siratan isinya.

* Alinea argumentatif,

– jika isi alinea berisi gagasan yang disertai dengan bukti/alasan tertentu, serta dijalin dengan proses penalaran yang kritis dan logis. Argumentasi dibuat untuk mempengaruhi atau meyakinkan pembaca/untuk menyatakan persetujuannya..

* Alinea naratif

– jika isi alinea menuturkan peristiwa atau keadaan dalam bentuk cerita. Biasanya cerita disampaikan secara kronologis, dan ada tokoh yang menceritakan, baik manusia maupun bukan.

* Alinea deskriptif,

– jika isi alinea melukiskan atau menggambarkan sesuatu. Bersifat informatif. Susunan peristiwa tidak dianggap penting

* Alinea ekspositoris,

– Jika alinea dibuat untuk menerangkan suatu pokok persoalan yang dapat meperluas wawasan pembaca. Untuk mempertegas masalah yang disampaikan biasanya dilengkapi dengan gambar, data, dan statistik.



Alinea menurut fungsinya dalam karangan

* Alinea Pembuka

– Isi alinea pembuka bertujuan mengutarakan suatu aspek pokokpembicaraan dalam karangan

– Difungsikan untuk:

# Menghantar pokok pembicaraan;

# Menarik minat dan perhatian pembaca;

# Menyiapkan atau menata pikiran pembaca untuk mengetahui isi seluruh karangan.

– Dapat memanfaatkan

# Kutipan, peribahasa, anekdot;

# Uraian mengenai pentingnya pokok pembicaraan;

# Suatu tantangan atas pendapat atau pernyataan seseorang;

# Uraian tentang pengalaman pribadi;

# Uraian mengenai maksud dan tujuan penulisan

# Sebuah pertanyaan

Alinea menurut fungsinya dalam

karangan

* Alinea Pengembang

– Bertujuan mengembangkan pokok pembicaraan suatu karangan yang sebelumnya telah dirumuskan dalam alinea pembuka

– Difungsikan untuk:

#mengemukakan inti persoalan

#memberi ilustrasi atau contoh

#menjelaskan hal yang akan diuraikan pada alinea berikutnya

#meringkas alinea sebelumnya

#mempersiapkan dasar atau landasan bagi Simpulan



* Alinea Penutup

– Berisi simpulan bagian karangan

– Dimaksudkan untuk mengakhiri karangan

– Tidak boleh terlalu panjang

– Harus berisi simpulan sementara atau simpulan akhir sebagai cerminan inti karangan

– Dapat menimbulkan kesan yang mendalam bagi pembaca
READ MORE - (Resume) Bahasa Indonesia pert 8

(Resume) Bahasa Indonesia pert 12&13

Kutipan, Catatan Kaki, Daftar Pustaka

A. KUTIPAN

_ Pinjaman pendapat dari seseorang, baik yang berupa tulisan dalam buku, majalah, surat khabar, jurnal, bentuk tulisan lainnya, serta dalam bentuk lisan, seperti hasil pidato dan sebagainya.

_ Fungsi:

_ Landasan teori

_ Penguat pendapat penulis

_ Penjelasan suatu uraian

_ Bahan bukti untuk menunjang uraian

Ada 2 cara mengutip yaitu:

1. Kutipan langsung

2. Kutipan tidak langsung

1. Kutipan langsung

Mengutip pendapat/buah pikiran orang lain seperti aslinya.

2. Kutipan tidak langsung

_ Mengutip pendapat/buah pikiran orang lain dengan bahasa penulis sendiri

_ Dalam kutipan ini telah terjadi perubahan bahasa dari aslinya dan diutarakan dengan gaya bahasa penulis.

_ Untuk menunjukkan bahwa naskah tersebut kutipan, diikuti dengan nama pengarang dan tahun



B. Catatan Kaki

1. Fungsi

Menunjukkan sumber informasi bagi pernyataan ilmiah yang terdapat dalam tulisan ilmiah.

2. Pemakaian

_ Mendukung keabsahan penemuan atau pernyataan

_ Referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan

3. Penomoran

- Menggunakan angka arab (1,2, dan seterusnya) di bagian belakang yang diberi catatan kaki dan ditulis dengan teknik superscripts.

4. Penempatan

- Langsung di belakang bagian yang diberi catatan kaki.

- Yang umum adalah meletakkan di bagian bawah halaman atau pada akhir bab.



_ Ibid

_ Singkatan dari Ibidum = sama dengan diatas.

_ Ibid dipakai apabila kutipan diambil dari sumber yang sama dengan yang langsung mendahului (tidak disela oleh sumber lain), meskipun antara kedua kutipan itu terdapat beberapa halaman.

_ Ibid tanpa nomor halaman dipakai bila bahan yang dikutip diambil dari nomor halaman yang sama.

_ jika bahan yang diambil (dikutip) dari nomor halaman yang berbeda, maka digunakan ibid dengan nomor halamannya. Ibid tidak boleh dipergunakan bilamana diantara dua sumber terdapat sumber lain, dan dalam hal ini dipakai op.cit. atau loc.cit.



_ op.cit

_ Singkatan dari opere citati = karya yang telah dikutip.

_ Dipakai untuk menunjuk kepada sumber yang telah disebut sebelumnya dengan lengkap tetapi telah diselingi oleh sumber lain. Pemakaian op.cit harus diikuti nomor halaman yang berbeda.

_ Kalau dari seorang penulis telah disebut dua macam buku atau lebih, maka untuk menghindarkan kekeliruan harus dijelaskan buku mana yang dimaksudkan dengan

_ mencantumkan nama penulis diikuti angka romawi besar (I, II, III, IV, ……….dst) pada “footnote” sesudah tahun penerbitan di antara dua tanda kurung.



_ loc.cit

_ Singkatan dari loco citati = tempat yang telah dikutip.

_ dipergunakan kalau menunjuk kepada halaman yang sama dari suatu sumber yang telah disebut sebelumnya dengan lengkap, tetapi diselingi oleh sumber lain.

_ Nomor halaman tidak dicantumkan dalam penggunaan loc.cit, oleh karena nomor halaman itu

dengan sendirinya sama dengan nomor halaman dalam karya yang disebut sebelumnya.



C. DAFTAR RUJUKAN/REFERENSI/ DAFTAR PUSTAKA

_Merupakan daftar acuan/daftar rujukan yang dirujuk oleh penulis dalam karya tulis ilmiahnya

_Merupakan bagian dari sikap ilmiah

_Memerlukan kecermatan & ketelitian



Format Vancouver

_ Menggunakan cara penomoran (pemberikan angka) yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka (sitasi).

_ Dalam daftar pustaka, pemunculan sumber rujukan dilakukan secara berurut menggunakan nomor sesuai kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah tulisan

_ Sistem ini beserta variasinya banyak digunakan di bidang kedokteran dan kesehatan.



Format Harvard

_ Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan

berdasarkan nama penulis secara alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam

naskah tulisan). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf miring. Membuat daftar rujukan

_ Urutan penulisan rujukan adalah: nama pengarang, tahun, judul, kota terbit, penerbit.

_ Penulisan pengarang diawali nama keluarga

_ Urutan penulisan dipisahkan dengan separator dengan titik (.) atau koma (,).

_ Judul ditulis huruf miring (italic) atau garis bawah (underline)

_ Pada daftar rujukan, rujukan ditulis urut abjad nama pengarang

_ Jarak antar rujukan 2 spasi, sedang antar baris dalam 1 rujukan 1 spasi





D. Membuat tabel, grafik dan gambar



Tabel

_ Sederhana dan dipusatkan pada satu ide pokok

_ Jika lebih dari setengah halaman, ditempatkan pada halaman tersendiri

_ Diberi identitas (nomor dan nama) di atas tabel

_ Nomor tabel ditulis dengan angka arab

_ Jika tabel lebih dari satu halaman, kepala tabel harus diulang pada halaman selanjutnya.

Grafik dan Gambar

_ Sederhana dan dipusatkan pada satu ide pokok.

_ Jika lebih dari setengah halaman, ditempatkan pada halaman tersendiri.

_ Diberi identitas (nomor dan nama) di bawah grafik/gambar.

_ Nomor grafik/gambar ditulis dengan angka arab.

_ Jika grafik/gambar lebih dari satu halalaman, kepala grafik/gambar harus diulang pada halaman selanjutnya.
READ MORE - (Resume) Bahasa Indonesia pert 12&13

(Resume) Bahasa Indonesia pert 11

Penulisan Karangan Ilmiah

Macam Karangan

► Karangan non ilmiah : karangan yang tidak terikat pada karangan baku

Misal: anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan naskah drama

► Karangan semi ilmiah atau ilmiah populer: karakteristiknya berada di antara ilmiah dan non-ilmiah

Misal: artikel, editorial, opini, reportase

► Karangan ilmiah: memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa.

Misal: makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi

Karangan Ilmiah

►Karangan ilmiah adalah karya tulis yang didalamnya berisi gagasan ilmiah, disusun dengan menggunakan bahasa ilmiah, berdasarkan hasil penyelidikan/fakta-fakta ilmiah, dapat dibuktikan secara empiris, dan ditulis dengan teknik penulisan ilmiah.

►Penyusunan dan penyajian karya didahului oleh studi pustaka dan studi lapangan



Manfaat Penyusunan Karangan Ilmiah

►Penulis akan terlatih mengembangkan ketrampilan membaca yang efektif.

►Penulis akan terlatih mengembangkan hasil bacaan dari berbagai sumber bacaan.

►Penulis akan dapat meningkatkan ketrampilan dalam mengorganisasikan fakta secara jelas dan sistematis.

►Penulis akan memperoleh kepuasan intelektual

►Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.



Sikap Ilmiah

►Ingin tahu

►Kritis

►Terbuka

►Obyektif

►Menghargai orang lain

►Berani mempertahankan kebenaran

►Menjangkau ke depan

Ciri-ciri Karangan Ilmiah

►Menyajikan fakta obyektif

►Penulisan cermat

►Tidak mengejar keuntungan pribadi

►Sistematis

►Tidak emotif

►Selalu didukung oleh data

►Memuat kebenaran

►Tidak melebih-lebihkan sesuatu

Bahasa Tulis Ilmiah

►Merupakan gabungan dari ragam bahasa tulis dan ragam bahasa ilmiah

►Ragam bahasa tulis

_ Kosa kata yang digunakan dipilih dengan cermat

_ Pembentukan kata dilakukan dengan sempurna

_ Dibentuk dengan struktur yang lengkap

_ Paragraf dikembangkan dengan satu dan padu

►Ragam bahasa Ilmiah

_ Cendikia

_ Lugas

_ Jelas

_ Formal

_ Bertolak dari gagasan

_ Obyektif

_ Konsisten

Cendikia

►Mampu digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis.

►Ketepatan dan keseksamaan penggunaan kata



Proses Hasil

_ Pemaparan – paparan

_ Pembahasan- bahasan

Lugas

►Diungkapkan secara langsung

Jelas, Bertolak dari Gagasan, Formal

►Jelas: Tidak menggunakan kalimat yang bertele-tele

►Bertolak dari Gagasan: tidak melenceng

►Formal:

_ Adanya kelengkapan unsur wajib (subyek dan predikat)

_ Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan Benar



Obyektif, Konsisten

►Obyektif : Tidak emosional dan memihak

►Konsisten: penggunaan istilah dan penyebutan
READ MORE - (Resume) Bahasa Indonesia pert 11

(Resume) Bahasa Indonesia pert 10

Tema

• Tema dapat berarti “sesuatu yang telah diuraikan”

• Berasal dari bahasa Yunani : Thitenai yang berarti “menempatkan” atau “meletakkan”.

• Pengertian tema dapat dilihat dari dua sudut:

– Sudut karangan yang telah selesai

– Sudut proses penyusunan sebuah karangan

• Dari sudut karangan yang telah selesai :

– Tema adalah amanat utama yang diampaikan oleh penulis melalui karangannya

• Dari sudut proses penyusunan karangan :

– Apa pokok pembicaraannya

– Apa tujuan/tesis yang akan dicapai?

– Tema adalah suatu perumusan dari topic yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik.

• Tema merupakan amanat yang akan disampaikan oleh penulis.

• Bisa berupa tema pendek dan tema panjang

• Tema pendek : berbentuk kata/frasa

Topik

• Topik: pokok pembicaraan/pokok permasalahan.

• Bersifat lebih khusus/konkret karena pada dasarnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari tema.

• Ciri-ciri topik:

– Bersifat umum dan belum terurai

– Harus sesuatu yang nyata/tidak boleh abstrak

Judul

• Merupakan penjabaran/perincian dari topik

• Bersifat lebih spesifik dan telah mengandung permasalahan yang lebih jelas atau lebih terarah

• Topik dapat menjadi judul karangan

• Syarat-syarat judul yang baik:

– Harus relevan/bertalian dengan tema

– Harus “provokatif”/menarik

– Harus singkat

Kerangka Karangan

• Merupakan rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan

• Berfungsi untuk mengarahkan

• Dibentuk dengan menggunakan system tanda atau kode tertentu

• Macam kerangka karangan:

– Kerangka topik

– Kerangka kalimat

Kerangka Topik

• Terdiri atas kata, frasa, dan klausa

• Tidak memerlukan tanda akhir titik karena tidak memerlukan kalimat lengkap



Kerangka kalimat

• Unsur-unsurnya berupa kalimat lengkap

• Bersifat resmi

• Memerlukan tanda akhir titik

Pola Penyusunan Kerangka

Karangan

• Pola Alamiah : berdimensi ruang dan waktu

– Urutan ruang : pola penguraian yg menggambarkan keadaan suatu ruang

– Urutan waktu : berdasarkan urutan kejadian/kronologis

• Pola Logis

– Klimaks – antiklimaks

– Sebab – akibat

– Pemecahan masalah

– Umum – khusus

1. Pola Alamiah

Pertama disebut alamiah karena penyusunan unit-unit bab dan subbabnya memakai pendekatan alamiah yang esensial, yaitu ruang (tempat) dan waktu. Yang dimaksud dengan urutan ruang adalah pola penguraian yang menggambarkan keadaan suatu ruang : dari kiri ke kanan,dari atas ke bawah, dan seterusnya; sedangkan urutan waktu adalah penguraian berdasarkan urtan kejadian suatu peristiwa/rangkaian peristiwa secara kronologis.

a. Urutan Ruang

Urutan ruang dipakai untuk mendeskripsika suatu tampat atau ruang,umpamanya kantor, gedung, stadion, lokasi/wilayah tertentu. Deskripsi suatu gedung dapat dimulai dari lantai dasar sampai kelantai tertinggi. Stadion/lapangan sepak bola dapat dideskripsikan dengan urutan timur-barat, utara-selatan. Berikut adalah contohnya:

Topik: Laporan Lokasi Banjir di Indonesia

I. Banjir di Pulau Jawa

A. Banjir di Jawa Barat

1. Daerah Ciamis

2. Daerah Garut

B. Banjir di Jawa Tengah

1. Daerah Semarang

2. Daerah Pekalongan

II. Banjir di….

b. Urutan Waktu

Urutan waktu yang dipakai untuk menarasikan (menceritakan) suatu peristiwa/kejadian, baik yang berdiri sendiri maupun yang merupakan rangkaian peristiwa. Kerangka karangan tentang sejarah pastilah memakai urutan waktu. Agar tidak membosankan, urutan waktu dapat divariasikan dengan susunan terbaik, dari akhir peristiwa mundur ke awal peristiwa (flashback). Contoh:

Topik: Riwayat Hidup Rabindranath Tagore

1. Jati diri Rabindranath Tagore

2. Pendidikan Rabindranath Tagore

3. Karier Rabindranath Tagore

4. Akhir Hidup Rabindranath Tagor

Berdasarkan kerangka diatas dapat dibuatkan karangan singkat yang terdiri atas satu alinea; satu buku yang terdiri atas empat bab. Begitulah pentingnya membuat kerangka karangan sebelum mengarang.

2. Pola Logis

Diatas telah disebutkan bahwa pola logis memakai pendekatan berdasarkan cara berfikir manusia. Cara berfikir ada beberapa macam dan pendekatannya berbeda-beda bergantung pada sudut pandangn dan tanggapan penulis terhadap topik yang akan ditulis. Adapun macam-macam urutan logis adalah klimaks-antiklimas, sebab-akibat, pemecahan masalah dan umum-khusus.

Contoh 1 (Urutan Klimaks)

Topik: Kejatuhan Soeharto

I. Praktik KKN Merajalela

II. Keresahan di Tengah Masyarakat

III. Kerusuhan Sosial Dimana-mana

IV. Tuntutan Reformasi Menggema

V. Kejatuhan Yang Tragis

Contoh 2 (Urutan Sebab-Akibat)

Topik: Pemukiman Tanah Tinggi Terbakar

1. Kebakaran di Tanah Tinggi

2. Penyebab Kebakaran

3. Kerugian Yang Diderita Masyarakat dan Pemerintah

4. Rencana Rehabilitas Fisik

Contoh 3 (Urutan Pemecahan Masalah)

Topik: Bahaya Ecstasy dan Upaya Mengatasinya

1. Apakah Ecstasy

2. Bahaya Ecstasy

Pengaruh Ecstasy Terhadap Syaraf Pemakainya

Pengaruh Ecstasy Terhadap Masyarakat

Gangguan Kesehatan Masyarakat

Gangguan Kriminalitas

3. Upaya Mengatasi Bahaya Ecstasy

4. Simpulan dan Saran

Contoh 4 (Urutan Umum-khusus)

Topik: Komunikasi Lisan

I. Komunikasi dan Bahasa

II. Komunikasi Lisan dan Perangkatnya

A. Kemampuan Kebahasaan

1. Olah Vokal

2. Volume dan Nada Suara

B. Kemampuan Akting

1. Mimik Muka

2. Gerakan Anggota Tubuh

III. Praktik Komunikasi Lisan…………

IV. ………….
READ MORE - (Resume) Bahasa Indonesia pert 10

(Resume) Bahasa Indonesia pert 9

Pengembangan Alinea

Berkaitan dengan :

►Posisi kalimat topik

►Fungsi alinea

►Sifat informasi yang akan disampaikan

(persuatif, argumentatif, naratif, deskriptif,

atau ekspositoris)

Pengembangan Alinea

Berikut ini diberikan contoh untuk setiap alinea.
a. Alinea/Paragraf Definisi
contoh :
Loyalitas pelanggan adalah suatu sikap dan prilaku seseorang untuk tetap bertahan dalam membeli sesuatu pada took yang diyakininya sebagai took yang dapat dipercaya,baik tentang harga maupun tentang kualitas barag.Meskipun banyak took-toko baru yang bermunculan,ia tetap menjadi pelanggan yang setia pada took itu betapapun gencarnya usaha pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan lain,keyakinannya tidak goyah terhadap took yang dilangganiya.
Ide pokok pada alinea atau paragraf ini merupakan suatu definisi yang terdapat pada bagian awal.Jadi, alinea ini merupakan alinea definisi dan juga alinea deduktif.

b. Alinea contoh
contoh :
Perubahan telah terjadi pada industri tradisional.Berbagai jenis peralatan produk baru seperti mesin potong, mesin pres, mesin bor, mesin bubut mesin las kini telah meningkat kapasitasnya dengan berlipat ganda. Kapasitas mesin potong pada industri modern telah banyak meningkat sebanyak ribuan kalilipat selama 1900-an. Hal ini dimungkinkan karena telah ditemukannya logam yang tetap keras meskipun dioprasikan dalam kecepatan sangat tinggi. Disamping itu, telah tercipta pula mesin-mesin peralatan yang sangat kuat untuk mendukung proses tersebut.
Ide pokok pada paragraph diatas dikembangkan dngan menggunakan contoh.ide pokok terdapat pada bagia awal jadi alinea ini juga merupakan alinea deduktif.

c. Alinea perbandingan
Contoh :
Tata cara kehidupan masyarakat primitif berbeda dengan modern. Masyarakat primitive dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari bahan-bahan yang tersedia dilingkungannya tanpa membelinya. Jika barang yang diperlukannya tidak ada dilingkungannya,maka mereka dapat memperolehnya dari masyarakat tetangganya dengan sistem barter (saling menukar barang). Alat-alat yang diperluka untuk memenuhi kebutuhannya juga diperoleh dari lingkungannya, yaitu berupa batu, tanah liat, atau pun dahan pohon yang diolah secara manual. Sedangkan masyarakat modern memperoleh kebutuhannya dengan cara membeli barang atau membayar jasa. Alat-alat yang diperlukan merupakan olahan dari pabrik yang juga harus dibeli untuk memeperolehnya.
Ide pokok pada alinea ini terdapat pada bagian awal. Ide diungkapkan secara perbandingan. Pada contoh diatas, ide yang dibandingkan dengan cara memperoleh barang-barang, alat, dan jasa yang diperlukan dalam kehidupan antara masyarakat primitif dan masyarakat modern.

d. Alinea analogi
Contoh :
Bahasa bukan merupakan tujuan dalam penulisan karangan ilmiah.Bahsa hanya sebagai alat (komunikasi) agar gagasan ilmiah yang diungkapakan dalam karangan tersebut dapat dipahami oleh pembaca dengan baik. Oleh sebab itu,sebelum karangan itu sampai ketangan pembaca,penulis karang tersebut harus memeriksa bahasa yang digunakannya, baik dari segi ketetapan pemilihan kata dan istilah maupun dari segi gramatikal satuan-satuan struktur bahasa, misalnyastuktur satuan kata, frasa klausa, kalimat, dan alinea atau paragrafnda juga pemakaiaan ejaan dan tanda baca secara tepat. Jika terjadi gangguan atau kerusakan pada unsure-unsur bahasa tersebut,besar kemungkinan pembaca tidak dapatmemahami gagasabn ilmiah yang disampaikannya itu dengan baik. Hal ini dapat diibaratkan dengan kendaraan yang digunakan untuk mencapai tujuan perjalanan yang jauh. Sebelum berangakat,orang yang akan bepergian dengan kendaraan tersebut harus memeriksa kondisi kendaraannya, baik yang berkaitan dengan rem, versneling, roda, ban, bensin dan sebagainya.kalau perlu orang itu harus membawa kendaraannya ke bengkel untuk diperiksa agar yang bersangkutan selamat sampai ketempat tujuan.

Ide pokok pada paragraf atau alinea diatas terdapat pada bagian awal. Jadi alinea ini termasuk alinea deduktif. Pengungkapan ide dijelaskan dengan membandingkan ide pokok (bahasa sebagai alat) secara analogi dengan menggunakan hal lain yang sama karakternya dengan bahasa sebagai alat dalam penulisan karangan ilmiah,yaitu kendaraan (mobil) sebagai alat untuk mencapai tempat tujuan dengan selamat.

e. Alinea Klimaks atau Induktif
Contoh :
Pendanaan bank diperoleh dari berbagai sumber,yaitu yang bersumber dari pemilik bank,dari masyarakat penanam modal,dari masyarakat sebagai nasabah.Setiap pihak menyandang dana mempunyai kepentingan dalam ropda kegiatan aliran arus dana.Tidak ada di antara mereka yang mau dirugikandalam kebijakan pelasanaan kegiatan tersebut.Masing-masing mengharapkan keuntungan sesuai dengan ketentuan dan cara-cara yang lazim.Oleh sebab itu,majemen perbankan yang sehat memegang peranan penting dalam pengelolaan dana yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penghimpunan, penyaluran, serta pengendalian dana sehingga tidak ada pihak yang dikecewakan.

Ide pokok pada alinea di atas terdapat pada bagian akhir yang merupakan kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang dikemukakan sebelumnya (klimaks). Pengungkapan ide dijelaskan dengan hubungan sebab akibat.

f. Alinea Anti Klimaks atau Deduktif
Contoh :
Masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat adalah masalah keuangan.Produksi barang dan jasa melimpah-limpah ditawarkan kepada masyarakat,sedangkan kemampuan masyarakat untuk membeli dan memperolehnya sangat terbatas.Penghasilan mereka rata-rata jauh lebih rendah daripada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok.Oleh sebab itu,mereka tidak bisa memperoleh semua barang dan jasa yang diperlukan.
Ide pokok pada alinea diatas terdapat pada bagian awal.Jadi alinea ini termasuk alinea deduktif. Ide dikembangkan dengan hubungan sebab-akibat.Kalimat ketiga menyatakan adanya penyebab masalah ekonomi. Kalimat terakhir mengandung ide yang menyatakan akibat dari pernyataan pada kalimat ketiga.Hal ini dipertegas pula oleh adanya ungkapan penghubung oleh sebab itu sebagai penanda adanya hubungan kolerasi secara eksplisit.

g. Alinea Campuran
Contoh :
Koperasi merupakan badan usaha yang mengutamakan kesejahteraan ekonomi anggotanya.Mencari keuntungan besar tidak menjadi tujuan utamanya.Modalnya dikumpulkan dari anggotanya.Kegiatan usahanya juga dilakukan oleh anggotanya.Keuntungan yang diperoleh badab usaha ini juga diperuntukan bagi anggotanya.Oleh sebab itu,bila usaha ini dilakuka dengan baik dan jujur,koperasi ini betul-betul dapat mensejahterakan keadaan ekonoi anggotanya.

Ide pokok alinea terdapat pada kalimat awal dan akhir. Jadi,alinea ini merupakan alinea campuran alinea deduktif dan induktif yang disingkat dengan sebutan alinea camouran. Ide pada kalimat akhir alinea ini merupakan penegasan bterhadap ide yang diungkapkan pada kalimat awal.Jadi,ide pokok pada alinea ini tetap satu. Kaitan ide antarkalimat yang membentuk alinea ii dinyatakan secara eksplisit, yaitu dengan menggunakan akhiran (-nya) yang mengacu pada koperasi sebagai suatu badanusaha.
h. Alinea Sebab Akibat
Lihat contoh (f) di atas.

i. Alinea Proses
Contoh :
Sebagai suatu fungsi penyediaan jasa,akuntansi merupakan sumber informasi keuangan yang bersifat kuantitatif kepada berbagai pihak yang berkepentingan.Sebagai suatu system informasi,petugas akuntansi (akuntan) melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data keuangan perusahaan.Perusahaan harus selalu mengikuti perkembangan data akuntansi sehari-hari.Hari ini perlu dilakukan sbagi pedoman untuk membuat keputusan ekonomis.

j. Alinea Deskriptif
Suatu lembah dikelilingi tebing terjal yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pepohonan.beberapa ekor kera bermain sambil berlompatan di antara batang pohon.Di tengah lembah terdapat sebuah sungai yang airnya jernih dan sejuk.Sungai itu tidak terlalu dalam.beberapa orang remaja berjingkrak menyrbrangi sungai sambil bergurau.Di pinggir sungai juga banyak remaja berjalan-jalan dan ada juga yang sedang mengabadikan pemandangan alam yang indah itu dengan kameranya.Sebagian ada yang duduk di bawah naungan pohon yang rindang sambil bercengkrama.Udara di lembah itui sangat sejuk.Sungguh suatu pemandangan yang indah dengan suasana yang menyenangkan.

Ide pada alinea di atas dikembangkan secara deskriptif.Tidak ada salah satu kalimat yang mengandung ide pokok.Walaupun secara eksplisit tidak dinyatakan ide pokoknya pada alinea ini,pembaca alinea ini dapat mengetahui ide pokoknya adalah suatu lokasi pariwisata yang sangat indah yang sering dikunjungi oleh para remaja pada waktu hari libur.Jadi,ide pokok pada alinea deskriptif tetap ada,hanya tidak dinyatakan secara eksplisit.Ide pokok dapat diketahui pembaca dengan cara menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diungkapkan pada alinea ini.
READ MORE - (Resume) Bahasa Indonesia pert 9

Sabtu, 07 April 2012

(Resume) Bahasa Indonesia pert 6

KEVARIASIAN

Variasi Kalimat
- Variasi kalimat disebut juga Parafrasa.
- Penulis harus berusaha menghindarkan pembaca dari keletihan dan kebosanan.
- Dapat dilakukan dengan cara-cara:
1. Kalimat aktif <--> Kalimat pasif
2. Stilistika
3. Elips atau Pelesapan
4. Penggabungan
5. Permutasian
6. Sinonim
7. Ekuatif
8. Meletakkan kata modal
9. Menggunakan Frasa

* Kalimat aktif <--> Kalimat pasif
Pengubahan dengan cara:
- Obyek kalimat aktif menjadi subyek pada kalimat pasif dan subyek pada kalimat aktif menjadi pelengkap pada kalimat pasif. Predikat diisi oleh verba berawalan (me N-)
- Pelengkap pada kalimat pasif menjadi subyek pada kalimat aktif, dan subyek menjadi Obyek. Predikat diisi oleh verba berawalan (di-)
Contoh : Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum
S P O Pel
Atasannya diambilkan air minum oleh sekretaris itu S P O Pel

* Stilistika
- Stilistika yaitu Predikat dan Obyek pada kalimat aktif menjadi Subyek pada kalimat pasif.
Contoh :
Rudi membahas hasil penelitian tersebut pada seminar itu
S P O K
Pembahasan hasil penelitian itu disajikan Rudi pada seminar itu
S P O K

* Elips/Pelesapan
- Pelesapan dilakukan pada bagian tertentu dalam suatu kalimat atau bagian itu diganti dengan bentuk yang lebih pendek tanpa mengubah makna kalimat.
Contoh :
- Kamu uruslah lahan itu dengan baik!
- Uruslah lahan itu dengan baik
- Pengamatan terhadap teroris dilakukan selama dua bulan
- Kegiatan itu dilakukan selama dua bulan

* Penggabungan
- Ide yang berkaitan erat dapat dinyatakan dalam kalimat majemuk.
Contoh:
- Penyeleksian data dilakukan pada bulan pertama.
- Pengolahan data dilakukan pada bulan berikutnya.
- Penyeleksian dan pengolahan data dilakukan berturut-turut pada bulan pertama dan berikutnya.

* Permutasian
- Permutasian yaitu mengedepankan fungsi-fungsi sintaktis tertentu tanpa mengubah makna kalimat.
- Fungsi sintaktis adalah unsur-unsur dalam kalimat yang menempati fungsi SPOPelK.
Contoh kalimat tunggal pasif dengan empat faktorial :
- Penelitian tentang ikan dilaksanakan di daerah Pandeglang selama tiga bulan
S P K1 K2
- Susunan dasar kalimat ini adalah SPK1K2
- Permutasiannya SPK1K2 menjadi :
- S P K2 K1
- Penelitian tentang ikan dilaksanakan selama tiga bulan di daerah Pandeglang
- S K1 P K2
- Penelitian tentang ikan di daerah Pandeglang dilaksanakan selama tiga bulan
- S K2 P K1
- Penelitian tentang ikan selama tiga bulan dilaksanakan di daerah Pandeglang

* Sinonim
- Sinonim yaitu mengganti kata atau istilah tertentu dengan kata atau istilah lain yang mempunyai makna sama.
Contoh: - Hasil penelitian itu belum dapat dirasakan faedahnya oleh masyarakat.
- Hasil penelitian itu belum dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

* Ekuatif
- Variasi Ekuatif dilakukan dengan cara mengubah status Predikat dan Obyek menjadi Subyek dengan menambah kata adalah.
Contoh :
- Kondisi perekonomian sekarang menyebabkan banyak karyawan yang di-PHK.
- Penyebab banyaknya karyawan yang di-PHK adalah kondisi perekonomian sekarang

* Meletakkan kata modal
- Kata modal untuk menyatakan kepastian: pasti, pernah, tentu, dst
Contoh:
- Pernah ia mengatakan pada saya tentang hal itu.
- Pasti Adi mau menolong Ibu tua itu.
- Kata modal untuk menyatakan keragu-raguan: barangkali, kira-kira, tampaknya, rasanya, mungkin,dst
Contoh:
- Sebenarnya Adi bukan anak yang bodoh.
- Tampaknya hujan akan segera turun.

* Menggunakan Frasa
- Menurut para ahli bedah, sulit untuk menentukan diagnosa jika keluhan hanya berupa sakit perut.
- Anak-anak yang kurang mendapat perhatian cenderung melakukan perbuatan yang tidak diinginkan.
READ MORE - (Resume) Bahasa Indonesia pert 6

(Resume) Bahasa Indonesia pert 4&5

KALIMAT EFEKTIF

Kalimat efektif ialah kalimat yang benar, jelas, dan mempunyai makna yang mudah dipahami oleh pembaca secara tepat.

Ciri-ciri kalimat efektif :
(1) kesepadanan/kepadanan struktur (kesatuan/koherensi),
(2) keparalelan/kesejajaran bentuk,
(3) ketegasan/penekanan kata,
(4) kehematan kata,
(5) kepaduan gagasan,
(6) kelogisan bahasa,
(7) Kevariasian

1. Kesepadanan Struktur Bahasa
• Kesepadanan ialah keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan.
• Kesepadanan kalimat dibangun melalui kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.
• Kesatuan menunjuk bahwa dalam satu kalimat hendaknya hanya ada satu ide pokok.
• Satu ide pokok tidak diartikan sebagai ide tunggal, tetapi ide yang dapat dikembangkan ke dalam beberapa ide penjelas.

Beberapa Ciri Kesepadanan :
• Mempunyai struktur jelas.
• Kejelasan subjek dan predikat dapat dilakukan dengan tidak menggunakan kata depan: di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya yang ditempatkan di depan subjek.
• Tidak terdapat subjek ganda.
• Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang
contoh : Dalam pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik.

2. Kepararelan atau Kesejajaran Bentuk
• Keparalelan atau kesejajaran bentuk adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat.
• Bila bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina.
• Demikian pula bila menggunakan bentuk-bentuk lain.
contoh :
- Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah pengecatan tembok, memasang lampu, pengujian sistem pembagian air, dan menata ruang.
- Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara wajar

3. Ketegasan atau Penekanan Kata
• Merupakan perlakuan khusus pada kata tertentu dalam kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.
• Ada beberapa cara penekanan dalam kalimat :
1. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu pada awal kalimat
2. Melakukan pengulangan (repetisi)
3. Melakukan pengontrasan kata kunci
4. Menggunakan partikel penegas

4. Kehematan Kata
- Kehematan adalah upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu.--> kata menjadi padat berisi.
- Dapat dilakukan dengan cara :
- Menghilangkan pengulangan subyek
- Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata
- Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
- Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak
Contoh ;
- Karena ia tak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
- Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa Presiden datang.
Mestinya…
- Karena tak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
- Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa Presiden datang.

5. Kesatuan Gagasan
- Kesatuan gagasan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.
Contoh:
- Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai baru.

6. Kelogisan
- Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.
Contoh:
- Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki
- Kepada ibu Intha, waktu dan tempat kami persilakan.
- Jalur ini terhambat oleh iring-iringan jenazah.
READ MORE - (Resume) Bahasa Indonesia pert 4&5

(Resume) Bahasa Indonesia pert 3

KALIMAT

- Kalimat merupakan bentuk bahasa atau wacana yang digunakan sebagai sarana untuk menuangkan dan menyusun gagasan secara terbuka agar dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Mustakim, 1994).
- Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek dan predikat, mempunyai
intonasi dan bermakna (Finoza, 2003).

Unsur Kalimat
Unsur kalimat adalah unsur sintaksis (jabatan kata/peran kata) yang terdiri dari:
- Subjek (S)
- Predikat (P)
- Objek (O)
- Pelengkap (Pel)
- Keterangan (Ket)

Subjek
• Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, sosok (benda), semua hal, atau masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan.
• Subjek biasanya berisi Kata/frasa, klausa, frasa verbal.
• Dapat pula dikenali dengan cara memakai kata tanya siapa (yang), apa (yang) kepada Predikat.
• Jika jawaban tidak logis maka tidak ada Subyek
Contoh:
• Di sini melayani resep obat generik.
• Bagi siswa sekolah dilarang masuk.

Predikat
• Predikat menyatakan :
– keadaan yang dilakukan oleh S
– Sifat, situasi, status, ciri atau jati diri S
– Jumlah sesuatu yang dimiliki S
• Bagian kalimat menghubungkan antar S dengan O dan K
• Dapat berupa kata/frasa berkelas verba, adjektifa, numeralia (kt. Bilangan), dan nomina (benda)
Contoh ;
– Ibu sedang tidur siang.
– Putrinya cantik jelita.
– Kota Tanggulangin dalam acaman lumpur.
– Lusi seorang penyanyi.

Objek
• Bagian kalimat yang melengkapi P.
• Objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa.
– Nomina = buku
– Frasa Nomina = buku sejarah
– Klausa = buku sejarah pertempuran bangsa Melayu
• Letak O selalu di belakang P yang berupa verba transitif, yaitu verba yang memerlukan O
Contoh :
– Harmanto membuat …
– Sistem analisis merancang …
Membuat, merancang --> verba transitif --> P yang memerlukan O
• JikaP diisi oleh verba INTRANSITIF maka O tidak diperlukan.
• Sehingga kehadiran O dalam kalimat dikatakan Tidak Wajib Hadir.
Contoh:
– Nenek mandi.
– Ayah tidur.
– Tamunya pulang.
mandi, tidur, pulang --> tidak perlu O
• Obyek dapat menjadi Subyek bila dipasifkan
– Harmanto menulis buku ini
– Buku ini ditulis oleh Harmanto

Pelengkap
• Jika kalimat ada O maka biasanya Pel terletak setelah (di belakang) O.
• Pelengkap dapat pula diisi oleh frasa adjektiva dan frasa preposisional
– Frasa adjektiva = benar sekali, sudah tidak layak
– Frasa preposisional = di, ke, dari sampai, selama, sepanjang

Keterangan (Ket)
• Bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian kalimat yang lainnya.
• Unsur Ket dapat berfungsi untuk menerangkan S, P, O, dan Pel.
• Dimanakah posisi keterangan itu?
Bisa di awal, tengah, dan akhir kalimat.

POLA KALIMAT DASAR
• Hanya merupakan acuan/patron untuk membuat berbagai tipe kalimat.

READ MORE - (Resume) Bahasa Indonesia pert 3

(Resume) Bahasa Indonesia pert 2

Tata Ejaan dan Pilihan Kata

Ejaan dan Mengeja
Ejaan : Seperangkat aturan/kaidah pelambangan bunyi bahasa, pemisahan, penggabungan dan penulisannya dalam suatu bahasa
Mengeja : kegiatan melafalkan huruf, suku kata, atau kata.

Ejaan = rambu-rambu yang harus dipatuhi
Mengeja = pelafalan sesuai rambu yang ditentukan

Ruang Lingkup EYD
* Pemakaian huruf
Membicarakan masalah yang mendasar dari suatu bahasa :
- Abjad (a,b, c,… z -- A, B, C, … Z)
- Vokal (a, i, u, e, o -- A, I, U,E, O)
Diftong (gabungan dua vokal) --> ai, au, oi --> menciptakan bunyi yang berbeda dengan lafal aslinya.
Contoh:
saudara, bantai (bantay), kacau (kacaw), amboi (amboy) --> diftong
mulai, namai, semua --> bukan diftong (diucapkan ai)
- Konsonan (b, c, d, … -- B, C, D,…)
Diagraf (gabungan konsonan) --> kh, ng, ny, sy
Contoh: khusus, ngilu, anyam, syair
- Pemenggalan
1. Pemenggalan kata dasar
2. Pemenggalan imbuhan
3. Pemenggalan kata gabungan
4. Pemenggalan khusus
- Nama diri
Penulisan nama diri harus mengikuti EYD, kecuali ada pertimbangan khusus.

* Penulisan Huruf
- Huruf Kapital
1. Dipakai untuk huruf pertama awal kalimat
2. Dipakai untuk huruf pertama petikan langsung
3. Dipakai untuk huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan Tuhan (Yang Mahakuasa, Quran, Weda, hamba-Mu,..)
4. Dipakai untuk huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan yang diikuti nama (Raden …, Haji …,Nabi…, dll.)
5. Dipakai untuk huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang/pengganti nama orang/instansi/nama tempat (Presiden Yudoyono, Menteri Pertanian, Gubernur Bali).
6. Dipakai untuk huruf pertama unsur nama orang (Budi Luhur)
7. Dipakai untuk huruf pertama nama bangsa, suku bangsa dan bahasa (Melayu, Tionghoa,..)
Contoh: ….suku Bugis, …bahasa Jepang keInggris-Inggrisan, menJawakan bahasa Indonesia-->X
8. Dipakai untuk huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya dan peristiwa sejarah
9. Dipakai untuk huruf pertama nama khas dalam geografi (Teluk Bayur, Gunung Semeru, Danau Toba,
10. Dipakai untuk huruf pertama semua unsur nama negara, badan/lembaga pemerintahan, ketatanegaraan,serta nama dokumen resmi (Undang-Undang Dasar 1945, Departemen Agama RI, dll)
Contoh: Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia menurut undang-undang, perbuatan itu melanggar hukum
11. Dipakai untuk huruf pertama unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan/lembaga (Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial)
12. Dipakai untuk huruf pertama semua kata nama buku, majalah, surat kabar dan judul karangan.
13. Dipakai untuk huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan (Bapak, Ibu, Paman, Kakak, dll.)
Contoh: Ibu-ibu mengunjungi Ibu Febiola
14. Dipakai untuk huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, sapaan (Jend., Sdr., M.M., dll.)
15. Dipakai untuk huruf pertama kata ganti anda

- Huruf Miring
1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, surat kabar yang dikutip dalam karangan.( majalah Prisma, tabloid Nova)
2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan.(dia muka menipu tapi ditipu).
3. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk kata nama ilmiah atau ungkapan asing (nama ilmiah padi adalah oriza sativa).

* Penulis Kata
1 Kata Dasar
2. Kata Turunan
3. Bentuk Ulang
4. Gabungan Kata
5. Kata Depan di, ke, dari
6. Kata Sambung si, sang
7. Singkatan dan akronim
8. Angka & Lambang Bilangan

* Penulisan Unsur Serapan
- Unsur serapan diambil dari bahasa daerah dan bahasa asing
- Berdasar integritasnya, unsur serapan dibagi menjadi:
a. Belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa Indonesia, pengucapannya masih mengikuti cara asing.
Misal: reshuffle
shuttle cock
b. Pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia
Misal:
haemoglobin menjadi hemoglobin
authentic menjadi autentik

* Pemakain Tanda Baca
1. Tanda titik (.)
2. Tanda koma (,)
3. Tanda titik koma (;)
4. Tanda titik dua (:)
5. Tanda hubung (-)
6. Tanda pisah () --> panjangnya dua kali tanda hubung
7. Tanda elipis (…)
8. Tanda tanya (?)
9. Tanda seru (!)
10. Tanda kurung ((…))
11. Tanda kurung siku ((…))
12. Tanda petik (“…”)
13. Tanda petik tunggal ((‘…’))
14. Tanda garis miring (/)
15. Tanda penyingkat atau apostrop (‘)

Pilihan Kata/Diksi
* Diksi
- Penggunaan kata dalam berbagai kesempatan harus memperhitungkan ketepatan dan kesesuaiannya.
- Tepat--> makna, logika, maksud
- Sesuai--> konteks sosial
* Fungsi Diksi
- Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal.
- Membentuk gaya ekspresi yang tepat sehingga dapat diterima dengan tepat oleh pembaca.
- komunikasi berjalan baik
- Suasana tepat
- Mencegah perbedaan tafsiran
* Syarat ketepatan pemilihan kata :
- Makna Denotatif & Konotatif
- Kata Umum & Khusus
- Kata Konkret dan Abstrak
- Pemakaian kata penghubung berpasangan
READ MORE - (Resume) Bahasa Indonesia pert 2

(Resume) Bahasa Indonesia pert 1

Dua cara berkomunikasi:

1. Secara Verbal
Dilakukan dengan menggunakan
alat/media bahasa:
• Lisan
• Tulis

2. Secara Non verbal
Dilakukan dengan menggunakan media
selain bahasa:
• Simbol (tanda lalin)
• Isyarat (lambaian tangan)
• Kode (morse)
• Bunyi-bunyian (sirine, kentongan)

FUNGSI BAHASA
Bahasa berfungsi sebagai alat:
berkomunikasi
mengekspresikan diri
berintegrasi & beradaptasi sosial
kontrol sosial


RAGAM DAN LARAS BAHASA



RAGAM BAHASA

Ragam bahasa yaitu variasi bahasa
yang terjadi karena pemakaian
bahasa

Ragam bahasa dapat dibedakan
menjadi 5 :
Berdasar media Pengantarnya
-Ragam lisan
-Ragam tulis

Berdasarkan situasi pemakaiannnya
-Ragam formal
-Ragam semiformal
-Ragam nonformal

LARAS BAHASA

Laras bahasa yaitu
kesesuaian bahasa yang dipakai
dengan fungsi pemakai.
bahasa dengan ciri tertentu yang
dipakai (difungsikan) untuk
keperluan tertentu.

Macam-macam laras bahasa:
-Laras ilmiah
-Laras sastra (puisi, cerpen, novel, dll.)
-Laras jurnalistik (berita, editorial, iklan, dll.)
-Laras hukum
-Laras kedokteran
-dll.

Ciri Bahasa Indonesia dalam
Penulisan Karya Ilmiah:
1. Menggunakan ragam formal
2. Menggunakan kalimat efektif, ciri-ciri:
a. Bentuk gramatikal singkat
b. Menghindari bentuk berlebihan
c. Ada kesepadanan antara struktur gramatik dengan alur pikir
3. Menghindari makna ambigu (ganda)
4. Menggunakan kata/istilah yang bermakna lugas -> menghindari makna kias
5. Menghindari penonjolan persona untuk menjaga objektivitas isi tulisan
6. Ada keselarasan/keruntutan antar proposisi dan antar alinea

BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR

-Bahasa yang baik apabila maknanya dapat dipahami oleh komunikan dan ragamnya sudah sesuai dengan situasi.
-Bahasa yang benar adalah bahasa
dengan ragam formal yang mengikuti
kaidah baku
-Bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang maknanya dapat dipahami dan sesuai dengan situasi pemakainya serta tidak menyimpang dari kaidah yang telah dibakukan
READ MORE - (Resume) Bahasa Indonesia pert 1

Selasa, 20 Maret 2012

Tugas Pemrograman Basis Data1 (2)

Nama : Adam Bagus Pujianto
NIM : 10.39010.0054


1.select no_order,jumlah_order
from order
where jumlah_order>100;

2.select matakuliah, max(nilai)-min(nilai)
from transkrip;

3.select nama_karyawan
from employees
where department_id= (select department_id from employees where nama_karyawan=’ida’);

4.select nm_mahasiswa
from nilai
where no_peserta=’434′ And nilai>avg((0.3*uts)+ (0.3*uas)+(0.4*tugas));
READ MORE - Tugas Pemrograman Basis Data1 (2)

Selasa, 06 Maret 2012

Tugas Pemrograman Basis Data1

Nama : Adam Bagus Pujianto
NIM : 10.39010.0054


1. SELECT nim, nama, sex
FROM master_mhs
WHERE (nim like ’00%’ or nim like ’01%’) and nim like ‘%39010%’ and tgl_lahir like ’01-May%’ and sts_marital = ‘M’ ;

2. SELECT count(*)
FROM master_mhs
WHERE (nim like ’00%’ or nim like ’01%’) and (nim like ‘%41010%’ or nim like ‘%39010%’) ;

3. SELECT m.nim, m.nama
FROM master_mhs m, history_mhs h
WHERE h.nim = m.nim and nim like ’02%’
GROUP BY m.nim
ORDER BY m.nim asc ;

4. SELECT h.nim, m.nama, h.kode_mk
FROM master_mhs m, history_mhs h
where h.nim = m.nim and nim like ’02%’
GROUP BY m.nim, h.kode_mk
ORDER BY m.nim asc;
READ MORE - Tugas Pemrograman Basis Data1

Rabu, 02 November 2011

Program Pembelajaran Anak KOMPLIT (Buatan Lokal)


Sasaran pengguna :
anak usia 4-6 tahun / pra sekolah
Tujuan :
belajar mengenalkan komputer kepada anak, melatih anak belajar komputer, biar anak lincah pegang mouse.

Isi dari program ini antara lain :
1. mengenal huruf A - Z , huruf kapital & kecil, beserta video cara penulisan
2. Mengenal Angka 1 - 20
3. Mengenal Nama hewan & benda sekitar
4. Mengenal Suara hewan sekitar
5. Menggambar unik (dulu ane share yg ini, skg tambah keren lg )
6. Belajar menghitung gambar
7. Kuis berhitung & Kuis menebak suara hewan
8. Game Puzzle

Berikut link download-nya :

Klik Disini

semoga program ini bermanfaat..


Sumber: KASKUS CCPB
READ MORE - Program Pembelajaran Anak KOMPLIT (Buatan Lokal)

Terapi dan Pencegahan Ambeien atau Wasir



Apa itu Ambeien?

Ambeien atau wasir adalah kondisi di mana pembuluh vena di sekeliling anus atau rektum bagian bawah membengkak dan meradang. Ambeien biasanya terjadi karena mengedan saat buang air besar. Kehamilan, usia anjut, kesulitan buang air besar (konstipasi) dan terlalu banyak duduk meningkatkan risiko seseorang terkena ambeien. Ambeien biasanya tidak berbahaya, dan umumnya menghilang sendiri dalam beberapa hari.
ambeienTanda-tanda atau gejala ambeien

Ambeien internal (di dalam rektum) biasanya menyebabkan pendarahan yang tidak sakit saat buang air besar. Namun demikian, darah yang keluar bersama kotoran dapat juga disebabkan oleh selain ambeien (misalnya kanker usus). Bila Anda mendapati darah dalam kotoran Anda, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter.

Gejala lainnya adalah buang air yang terasa tidak tuntas meskipun sudah tidak ada lagi yang dapat dikeluarkan. Selain itu, Anda mungkin juga merasakan perih, gatal atau iritasi di sekitar anus. Hal ini terutama terjadi bila ambeien “nongol keluar” (prolapsis). Anda biasanya dapat memasukkan kembali ambeien tersebut melalui anus dan masalahnya selesai, tetapi bila tidak dapat dimasukkan dan semakin membesar karena terjebak di luar anus, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.

Gejala ambeien luar (di sekitar anus) antara lain pembengkakan yang nyeri atau benjolan keras di sekitar anus yang terbentuk dari gumpalan darah. Rasa sakit biasanya meningkat saat buang air besar atau ketika duduk.
Bagaimana mengatasi ambeien?

Anda dapat melakukan terapi sendiri untuk mengurangi gejala-gejala ambeien, antara lain dengan:

Berendam dengan air hangat beberapa kali sehari, terutama setelah buang air besar, selama sekitar lima belas menit.
Pemberian krim/minyak hemoroid (misalnya: anusol) di daerah yang terkena, untuk mengurangi iritasi dan rasa sakit.

Obat biasanya tidak diperlukan untuk menghilangkan ambeien. Ambeien yang besar dan menggangu seringkali perlu ditangani dengan tindakan medis. Beberapa teknik tindakan yang biasa diterapkan dokter antara lain:

Ligasi gelang karet. Sebuah gelang karet ditempatkan di dasar wasir di dalam rektum. Gelang tersebut memotong sirkulasi sehingga ambeien akan menghilang dalam beberapa hari.
Skleroterapi. Cairan kimia disuntikkan ke sekiling pembuluh darah untuk mengecilkan ambeien.
Pembekuan dengan infra merah. Sebuah perangkat khusus infra merah digunakan untuk membakar jaringan ambeien.
Hemoroidektomi. Bedah untuk membuang ambeien.

Pencegahan

Pencegahan ambeien yang efektif adalah dengan mencegah konstipasi.

Makanlah makanan yang banyak mengandung serat dan air sangat bermanfaat memperlunak kotoran dan memudahkan buang air besar. Buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian adalah sumber serat yang baik bagi kesehatan.
Jangan menunda buang air besar karena akan membuat kotoran semakin mengeras dan sulit dikeluarkan.
Bila Anda kesulitan buang air besar, cobalah posisi jongkok yang lebih alamiah dan memudahkan keluarnya kotoran.


Sumber : http://majalahkesehatan.com/
READ MORE - Terapi dan Pencegahan Ambeien atau Wasir

Selasa, 01 November 2011

Cara Cegah dan Atasi Bibir Pecah-Pecah



BIBIR pecah-pecah, kedengarannya merupakan masalah sederhana. Tapi, jika sudah pernah merasakannya, Anda pastinya sudah tahu kalau masalah ini bisa menyebabkan iritasi dan menimbulkan rasa sakit, terutama saat makan. Bibir pecah-pecah ini juga bisa mengalami peradangan dan menimbulkan luka goresan. Jika tidak ditangani dengan benar malah bisa memicu retakan dan perdarahan pada bibir. Hal ini tentunya akan sangat mengganggu aktivitas Anda. Tetapi, masalah ini bisa dicegah dan jika sudah mengalaminya, Anda juga bisa melakukan berbagai cara untuk menghentikannya. Berikut beberapa tip yang bisa menjadi panduan Anda dalam mencegah dan mengatasi masalah bibir pecah-pecah.


Pencegahan

Saat bibir mulai mengering, biasanya hal pertama yang mungkin Anda lakukan adalah berusaha melembabkannya dengan cara menjilatnya. Hal ini akan meredakan masalah bibir kering untuk sementara waktu. tapi, begitu ludah mengering, bibir Anda bahkan akan lebih kering dari sebelumnya. Penyebabnya, menjilat bibir akan menghilangkan minyak pelindung alami bibir Anda. Selain itu, zat kimia di ludah yang berfungsi mencerna makanan malah akan berusaha "mencerna" bibir. Karena itu, salah satu cara mencegah bibir kering jadi pecah-pecah adalah dengan berusaha tidak menjilatnya.

Ada baiknya menjaga kelembaban tubuh sepanjang hari dengan memperbanyak minum air. Selain itu, saat berada di luar ruangan, jangan lupa melindungi kulit bibir Anda dengan lip balm yang mengandung sunscreen bagi bibir sensitif Anda. Jika Anda perokok, maka berhentilah. Merokok akan mengeringkan minyak bibir dan meninggalkan bibir dalam keadaan kering sehingga mudah pecah-pecah.

Penanganan

Jika segala upaya pencegahan gagal dan bibir Anda tetap pecah-pecah dan berdarah, segeralah melakukan pengobatan. Cara pertama, pilihlah lip balm yang didisain khusus untuk bibir pecah-pecah. Hal ini berfungsi mencegah penambahan bjbir pecah-pecah. Dan untuk mengangkat sel-sel kulit kering dari bibir, oleskan vaseline dalam jumlah kecil ke sikat gigi (yang masih baru dan hanya sekali pakai) kemudian gosokkan secara perlahan ke area yang mengering di bibir. Hal ini akan mengangkat semua sel-sel kulit mati dan kulit kering dari bibir Anda. Akan tetapi, hindari hal ini jika bibir dalam keadaan berdarah. Jika bibir meradang, oleskan krim hydrocortisone untuk mengurangi peradangan.

Selain itu, pastikan menjaga kelembaban tubuh dengan memperbanyak minum air dan menghindari minuman yang berkafein setiap harinya. Dan jika ruangan Anda terasa kering dan panas, hidupkan pelembab ruangan untuk menjaga kelembaban udara. Udara kering juga bisa memperburuk kondisi bibir Anda.

Anda bisa juga mengatasi bibir pecah-pecah dengan mengoleskan sedikit mentega ke bibir. Cara ini bisa menjaga kelembutan bibir dan membantu menyembuhkan retakan.

Ambillah beberapa kelopak bunga mawar, selanjutnya rendam dalam susu segar selama beberapa jam. Hasil rendaman selanjutnya dioleskan ke bibir. Cara ini tidak hanya akan mengatasi kekeringan tetapi juga mencegah hilangnya warna pink di bibir.

Oleskan susu krim pada bibir. Ini bisa membantu mengangkat kulit kering yang mati dan melembutkan bibir.

Atau gosokkan potongan mentimun ke bibir. Cara ini bisa membantu mengatasi bibir kering dan pecah-pecah.

Anda juga bisa menggunakan gel lidah buaya untuk menghentikan bibir pecah-pecah.

Pastikan juga kalau tubuh Anda tidak kekurangan vitamin B, besi atau asam lemak esensial lainnya. kekurangn zat ini bisa memicu bibir pecah-pecah. Jadi, ada baiknya menggunakan multivitamin setelah berkonsultasi dengan dokter.


Sumber : http://www.mediaindonesia.com/
READ MORE - Cara Cegah dan Atasi Bibir Pecah-Pecah

Senin, 31 Oktober 2011

Free PDF to Word Doc Converter


Anda pernah membuat file PDF/E-bok ?? atau file PDF/E-book yang sudah terlanjur anda buat dengan susah payah ternyata ada sedikit kesalahan. Membuat ulang? ohhhh.... tidak ternyata backup filenya terhapus.

Coba anda menggunakan software "Free PDF to Word Doc Converter". Saya sudah beberapa kali mencobanya, walaupun tidak 100% memuaskan, tapi setidaknya E-book yang di kelola oleh software ini bisa untuk kita edit ulang. Pengoperasian software inipun menurut saya tidak terlalu sulit dan tampilan software ini juga tidak terlalu ribet.

ini linknya silahkan di unduh:
Free PDF to Word Doc Converter



Sumber: KASKUS CCPB
READ MORE - Free PDF to Word Doc Converter

Minggu, 23 Oktober 2011

Sistem Informasi Akuntansi Terapan

Resume (Pert 4) Sistem Informasi Akuntansi Terapan (STIKOM Surabaya)

METODE PEMBERIAN KODE REKENING

Apakah rekening itu ?
Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).
Rekening kontrol
Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

FORMULIR REKENING BUKU BESAR

Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
2. Rekening biasa (regular ledger)
3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit.
Hal ini dilakukan karena penjelasan yang bersangkutan dengan transaksi pendebitan lebih banyak bila dibandingkan dengan penjelasan yang bersangkutan dengan traksaksi pengkreditan, dan jika penentuan saldonya perlu dilakukan secara periodik.

2). Rekening Biasa
Bentuk rekening ini sangat luas digunakan.
Rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit.
Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini.
Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang

3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan.
Kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening.
Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

4). Rekening Berkolom Saldo
Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi).
Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit.
Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

KODE

Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi.
Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).

Syarat kode yang baik

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:

Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode proses data.
Setiap kode harus mewakili hanya satu item sehingga tidak membingungkan
Kode ayng disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya
Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.
Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.

MACAM – MACAM KODE

Kode dapat dibuat dalam berbagai struktur kode yang berbeda. Setiap struktur mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu perlu suatu struktur kode yang sesuai sehingga tujuan pemberian kode dapat tercapai.
Berikut ini macam-macam kode yang dapat digunakan:
1. Kode Urut Nomor
Kode yang disusun urut nomor. Agar setiap kode mempunyai jumlah angka (digit) yang sama perlu direncakan dulu jumlah digitnya, misal jumlah digitnya sebanuyak empat angka maka kodenya akan dimulai dengan 0001 dan diakhiri 9999.
Kode urut ini sederhana, tetapi tidak memenuhi persyaratan fleksibilitas. Sebaiknya kode urut ini digunakan untuk memberi nomor (kode) dokumen atau bukti transaksi.
2. Kode Kelompok
Kode kelompok membagi data ke dalam kelompok tertentu. Tiap kelompok akan diberi kode dengan angk, sehingga masing-masing posisi angka kode mempunyai arti. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
3. Kode Blok
Dalam kode blok, setiap kelompok data diberi kode dalam blok nomor tertentu. Cara pemberian kode ini dapat memenuhi persyaratan fleksibilitas sehingga dapat digunakan untuk pemberian kode pada rekening. Lebih lengkap lihat kode rekening-rekening.
4. Kode Desimal
Setiap kelompok data akan diberi kode 0 sampai 9. Oleh karenanya pengelompokkan data harus dilakukan maksimum dalam sepuluh kelompok.
Agar kode desimal ini dapat digunakan untuk pengelompokkan data yang luas , dapat disusun kelompok-kelompok yang bertingkat. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
5. Kode Mnemonic
Merupakan singkatan dari karakteristik data. Misal, pabrik sepatu, persediaan sepatu pria ukuran besar dapat dibuatkan kodenya SPB (Sepatu Pria Besar). Bisa juga kode ini disusun dengan kombinasi huruf dan angka, misal sepatu pria dengan nomor 42 diberi kode SP42.
Sebaiknya kode mnemonic ini digunakan bila data atau elemennya (itemnya) tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Bila terlalu sering perubahan itemnya dan banyak datanya maka pemakai kode akan sulit mengingatnya.
6. Kode Bar
Digunakan untuk industri makanan dan minuman diluar negeri (misal: USA) yang menggunakan Universal Product Code (UPC). Tiap pengusaha makanan dan minuman yang berpartisipasi akan diberikan 10 digit sebagai kode produknya. Lima digit pertama berisi kode perusahaan, lima digit berikutnya berisi kode produk.
Kode bar ini dapat dibaca oleh mesin Automatic Tag Readers, dan langsung diproses di dalam komputer.
Kode iji juga dipakai dalam perpustakaan, dll.

KODE REKENING

Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
Kode rekening harus disusun secara konsisten.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:

Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
Harus mudah diingat
Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.

Berikut uraian tentang penggunaan Kode Kelompok, Blok dan Kode Desimal untuk memberi kode rekening sbb:
1. Kode Kelompok (Group Code)
Kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus sbb:

Posisi masing-masing angka mempunyai arti di mana angka paling kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan kode jenis rekening.
Kode kelompok akan terdiri dari angka-angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu.
Setiap kode dalam klasifikasi menggunakan jumlah angka yang sama.
Jika terjadi penambahan kelompok rekening, dpat dilakukan dengan mengubah angka paling kiri.

Misalnya, klasifikasi rekening akan diberi kode yang terdiri dari 4 angka maka cara memberikan kodenya dapat digambarkan sebagai berikut:
Untuk kelompok-kelompok yang lain dari contoh di muka akan diberi kode dengan cara yang sama seperti yang telah disebutkan di. Apabila ada rekening dalambuku besar yang perinciannya di buat dalam buku pembantu, maka harus dibuatkan kode untuk buku pembantu. Dalam kode kelompok biasanya buku pembantu di buatkan kode angka yang diletakkan di sebelah kanan kode rekeningnya.

2. Penggunaan Kode Kelompok untuk Pengawasan
Apabila informasi akuntansi dipakai untuk mengukur prestasi maka digunakan akuntansi pertanggungjawaban. Yang dimaksud dengan akuntansi pertanggungjawaban adlah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga informasi yang dihasilkan menunjukkan tingkat kegiatan yang dikaitkan dengan tanggungjawab orang atau bagian tertentu.
Pusat pertanggungjawaban ini dapat dibedakan menjadi:
a. Pusat pertanggungjawaban Biaya
Yaitu unit organisasi yng dinilai atas dasar biaya yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian produksi.
b. Pusat pertanggungjawaban Pendapatan
Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar pendapatan yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian Pemasaran.
c. Pusat pertanggungjawaban Laba
Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi tanggungjawabnya, misalnya anak perusahaan atau devisi perusahaan.
d. Pusat pertanggungjawaban Investasi
Yaitu unit orgaisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi yang menjadi tanggungjawabnya diaktikan denganinvestasinya, misalnya divisi perusahaan.
Untuk melakukan penilaian prestasi, digunakan anggaran sebagai dasar penilaian. Anggaran ini disusun untuk setiap pusat pertangungjawaban. Agar pencatatan transaksi dapat dikaitkan dengan pusat pertanggungjawaban, disusun kode rekening sedemikain rupa. Biasanya kode rkening ini menggunakan kelompok.
Berikut contoh kode untuk unit pertanggungjawaban dibuat sbb:

3. Kode Blok (Blok Code)
Dalam cara ini juga dilakukan klasifikasi seperti yang dilakukan dalam kode kelompok.
Kode yang diberikan kepada setiap klasifikasi tidak menggunakan urut-urutan digit seperti dalam kode kelompok, tetapi dengan memberikan satu blok nomor untuk setiap kelompok.
Jadi disini kode akan diberikan pada setiap kelompok, dimulai angka tertentu dan diakhiri dengan angka tertentu yang merupakan satu blok nomor kode.
Sebagai contoh penggunaan kode blok, sbb:

Kelompok Kode Blok
Aktiva 100 – 199
Utang 200 – 249
Modal 250 – 299
Penghasilan 300 – 399
Biaya Usaha 400 – 899
Pendapatan dan Rugi Laba di Luar Usaha 900 – 999

SUSUNAN BUKU BESAR DAN PEMBANTU
Buku besar dan buku pembantu dapat disusun sesuai dengan besar kecilnya perusahaan, jumlah pegawai bagian akuntansi dan susunan organisasinya.
Berikut contoh susunan buku besar dan pembantu untuk perusahaan-2 yang masih kecil sampai yang besar, yaitu:
1. Perusahaan kecil ; transaksi-transaksinya tidak begitu banyak, sehingga penggolongan transaksi-transaksi tersebut juga tidak terlalu banyak maka rekening-rekening yang digunakan semuanya dimasukkan dalam buku besar. Biasanya pemegang bukunya hanya satu orang ataumungkin pemiliknya sendiri yang melakukan pekerjaan pencatatan. Dalam keadaan seperti posting buku besar dilakukan dari buku jurnal.
2. Dalama perusahaan besar, transaksi-transaksi cukup banyak dan perlu dilakukan penggolongan yang cukup terinci akan memerlukan jumlah rekening yang cukup besar. Karena jumlah rekeningnya cukup besar, maka beberapa rekening yang perlu dibuatkan rincian akan dibuatkan buku pembantu. Pegawai yang mengerjakan buku pembantu akan tergantung pada jumlah pegawai yang ada di bagian akuntansi dan juga struktur organisasinya. Kalau pegawainya satu orangmaka bukubesar dan buku pembantu dikerjakan oleh orang ayng sama.
“Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal.” Tetapi apabila pegwai bagian akuntansi lebih dari saut orang maka pengerjaan buku pembantu dapat diserahkan kepada pegawai lain atu bisa juga buku pembantu diserahkan kepada pegawai alin atau bisa juga buku pembantu dikerjakan oleh seksi-seksi yang berbeda. Dalam keadaan seperti ini buku besar diposting dari bukujurnal (secara periodik) dan buku pembantu diposting dari jurnal atau langsung dari dokumen (bukti) transaksi.
3. Apabila suatu rekening banyak sekali, misalnya piutang, maka dapat dibuatkan buku rekening kontrol dan masing-masing rekening kontrol ini dibuatkan buku pembantu. Dalam keadaan ini ada 3 buku yaitu: buku besar, buku rekening kontrol dan buku pembantu.
Pemisahan pekerjaan dan posting dilakukan dengan cara sebagai berikut: Buku besar dan buku rekening kontrol pengerjaannya dipisahkandari seksi yang mengerjakanbuku pembantu. Posting ke buku pembantu dilakukan dari bukti-bukti transaksi.

KODE BUKU PEMBANTU

Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.

Misalnya, buku pembantu rekening Biaya Produksi Tidak Langsung Departemen Produksi adalah sbb:

Upah Tidak Langsung No. Kode
Pengawas 01
Inspeksi 02
Idle Time 03
Perbaikan Produk 04
Lembur 05
Bahan Penolong
Bahan – A 06
Bahan – B 07
Bahan – C 08
Biaya Produk Lain No. Kode
Bahan bakar 09
Suplies 10
Listrik 11
PPh Karyawan 12
……..dan seterusnya…. …dst…

Dalam contoh diatas, kode rekening buku pembantu dibuat dengan dua angka sehingga kalau digabungkan dengan rekening kontrolnya maka akan kode untuk masing-masing rekeningnya sbb:

Rekening Kode
Pengawas 5211-01
Inspeksi 5211-02
Idle Time 5211-03
Perbaikan Produk 5211-04
Lembur 5211-05
……..dan seterusnya…. …dst…
READ MORE - Sistem Informasi Akuntansi Terapan

Sistem Informasi Akuntansi Terapan

Resume (Pert 1) Sistem Informasi Akuntansi Terapan (STIKOM Surabaya)

METODE PEMBERIAN KODE REKENING
Apakah rekening itu ?
Rekening adalah judul suatu catatan akuntansi yang umumya berbentuk T, yang dibagi dua bagian, sebelah kiri disebut debit dan sebelan kanan disebut kredit, sebagai alat untuk mengklasifikasikan dan mencatat transaksi berdasar prinsip tata buku berpasangan (double entry bookeeping).
Rekening kontrol
Rekening buku besar yang rinciannya dibuat dalam buku pembantu disebut Rekening Kontrol yaitu; rekening yang dapat digunakan untuk mengawasi saldo-saldo dalam buku pembantu.
Setiap akhir periode (misalnya bulanan) dapat dilakukan pengecekan dengan cara menjumlahkan saldo-saldo dalam buku pembantu dan membandingkannya dengan saldo dalam rekening kontrolnya.
Posting adalah proses sortir dan pemindahan data dari buku jurnal kedalam buku besar dan buku pembantu disebut juga dengan pembukuan

FORMULIR REKENING BUKU BESAR

Di atas sudah disebutkan bahwa rekening buku besar umumnya berbentuk T, yang merupakan catatan akuntansi yang dibagi dua secara vertikal, sebelah kiri disebut debit dan sebelah kanan disebut kredit.
Ada berbagai variasi bentuk formulir rekening buku besar:
1. Rekening dengan debit lebar (wide debit ledger)
2. Rekening biasa (regular ledger)
3. Rekening berkolom saldo di tengah (center balance ledger)
4. Rekening berkolom saldo (balance ledger)
5. Rekening ganda berkolom saldo (doubel ledger with balance ledger)
6. Rekening dengan saldo lama dan saldo baru (old and new balance ledger)

1). Rekening dengan Debit dan Kredit Lebar
Bentuk rekening ini menyediakan kolom “keterangan” pada sebelah debit lebih lebar bila dibandingkan dengan kolom “keterangan” pada sebelah kredit.
Hal ini dilakukan karena penjelasan yang bersangkutan dengan transaksi pendebitan lebih banyak bila dibandingkan dengan penjelasan yang bersangkutan dengan traksaksi pengkreditan, dan jika penentuan saldonya perlu dilakukan secara periodik.

2). Rekening Biasa
Bentuk rekening ini sangat luas digunakan.
Rekening ini mempunyai kolom “keterangan” yang sama lebar untuk sebelah debit maupun sebelah kredit.
Umumnya rekening buku besar menggunakan bentuk rekening ini.
Buku pembantu yang menggunakan bentuk rekening ini adalah buku pembantu piutang dan buku pembantu utang

3). Rekening Berkolom Saldo di Tengah
Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan informasi saldo rekening setiap saat, baik saldo debit maupun saldo kredit dan diperlukan penjelasan yang relatif sama banyaknya baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan.
Kolom saldo diletakkan ditengah-tengah rekening.
Rekening pembantu piutang dan utang umumnya menggunakan bentuk formulir seperti ini.

4). Rekening Berkolom Saldo
Bentuk rekening ini digunakan jika diperlukan penjelasan yang banyak, baik untuk transaksi pendebitan maupun transaksi pengkreditan, dan jika diperlukan informasi saldo berjalan setiap saat (maksudnya selalu di tampilkan jumlah nominal dalam saldo setiap terjadi transaksi).
Untuk menunjukkan apakah saldo yang tercantum dalam kolom “saldo” merupakan saldo debit atau saldo kredit, ada dua cara merancang kolom saldo tersebut (a) dengan mencantumkan kolom D/K untuk memberi tanda D untuk saldo debit dan K untuk saldo kredit di muka angka yang tercantum dalam kolom “saldo” dan (b) dengan membuat kolom saldo debit terpisah dari kolom saldo kredit.
Rekening piutang, utang dan persediaan umumnya menggunakan bentuk formulir ini.

KODE

Kode memudahkan proses pengolahan data karena dengan kode, data akan lebih mudah diidentifikasi.
Contoh: kode untuk karyawan laki-laki diberi kode L, karyawan wanita kode W.
Dalam proses akuntansi kode yang digunakan adalah: angka, huruf atau kombinasi keduanya. Dalam komputer untuk memproses data ada istilah kode: alfabetik (menggunakan huruf), numerik (menggunakan angka), alfanumerik (menggunakan kombinasi huruf dan angka).

Syarat kode yang baik

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah:

Kode yang disusun perlu disesuaikan dengan metode proses data.
Setiap kode harus mewakili hanya satu item sehingga tidak membingungkan
Kode ayng disusun harus memudahkan pemakai untuk mengingatnya
Kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
Setiap kode yang disusun harus fleksibel, dalam arti memungkinkan dilakukan perluasan tanpa perubahan menyeluruh.
Setiap kode harus menggunakan jumlah angka atau huruf yang sama
Kode yang panjang perlu dipotong-potong (chunking) untuk memudahkan mengingat, Misalnya: kode 60662582549 dapat dibuat 606-258-259.
Dalam kode yang panjang perlu diberi kode yang merupakan check digit, yaitu untuk mengecek kebenaran kode.

MACAM – MACAM KODE

Kode dapat dibuat dalam berbagai struktur kode yang berbeda. Setiap struktur mempunyai kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu perlu suatu struktur kode yang sesuai sehingga tujuan pemberian kode dapat tercapai.
Berikut ini macam-macam kode yang dapat digunakan:
1. Kode Urut Nomor
Kode yang disusun urut nomor. Agar setiap kode mempunyai jumlah angka (digit) yang sama perlu direncakan dulu jumlah digitnya, misal jumlah digitnya sebanuyak empat angka maka kodenya akan dimulai dengan 0001 dan diakhiri 9999.
Kode urut ini sederhana, tetapi tidak memenuhi persyaratan fleksibilitas. Sebaiknya kode urut ini digunakan untuk memberi nomor (kode) dokumen atau bukti transaksi.
2. Kode Kelompok
Kode kelompok membagi data ke dalam kelompok tertentu. Tiap kelompok akan diberi kode dengan angk, sehingga masing-masing posisi angka kode mempunyai arti. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
3. Kode Blok
Dalam kode blok, setiap kelompok data diberi kode dalam blok nomor tertentu. Cara pemberian kode ini dapat memenuhi persyaratan fleksibilitas sehingga dapat digunakan untuk pemberian kode pada rekening. Lebih lengkap lihat kode rekening-rekening.
4. Kode Desimal
Setiap kelompok data akan diberi kode 0 sampai 9. Oleh karenanya pengelompokkan data harus dilakukan maksimum dalam sepuluh kelompok.
Agar kode desimal ini dapat digunakan untuk pengelompokkan data yang luas , dapat disusun kelompok-kelompok yang bertingkat. Lebih lengkap lihat kode rekening-2.
5. Kode Mnemonic
Merupakan singkatan dari karakteristik data. Misal, pabrik sepatu, persediaan sepatu pria ukuran besar dapat dibuatkan kodenya SPB (Sepatu Pria Besar). Bisa juga kode ini disusun dengan kombinasi huruf dan angka, misal sepatu pria dengan nomor 42 diberi kode SP42.
Sebaiknya kode mnemonic ini digunakan bila data atau elemennya (itemnya) tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan pemakainya. Bila terlalu sering perubahan itemnya dan banyak datanya maka pemakai kode akan sulit mengingatnya.
6. Kode Bar
Digunakan untuk industri makanan dan minuman diluar negeri (misal: USA) yang menggunakan Universal Product Code (UPC). Tiap pengusaha makanan dan minuman yang berpartisipasi akan diberikan 10 digit sebagai kode produknya. Lima digit pertama berisi kode perusahaan, lima digit berikutnya berisi kode produk.
Kode bar ini dapat dibaca oleh mesin Automatic Tag Readers, dan langsung diproses di dalam komputer.
Kode iji juga dipakai dalam perpustakaan, dll.

KODE REKENING

Pemberian kode untuk klasifikasi rekening diperlukan karena dapat memudahkan untuk mencari rekening-rekening yang diinginkan. Apabila pembukuan dilakukan dengan mesin maka kode ini tidak dapat dihindarkan dan menjadi sangat penting dan menjadi sangat penting.
Kode rekening harus disusun secara konsisten.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk dalam memberikan kode yaitu dengan angka, huruf ataupun kombinasi keduanya. Tidak memandang cara mana yang digunakan, kode yang diberikan harus dapat memenuhi syarat-syarat sbb:

Memungkinkan adannya perluasan rekening tanpa harus mengadakan perubahan kode.
Harus mudah diingat
Memudahkan bagi pihak yang menggunakan.

Berikut uraian tentang penggunaan Kode Kelompok, Blok dan Kode Desimal untuk memberi kode rekening sbb:
1. Kode Kelompok (Group Code)
Kode kelompok mempunyai sifat-sifat khusus sbb:

Posisi masing-masing angka mempunyai arti di mana angka paling kiri adalah kode kelompok dan angka paling kanan kode jenis rekening.
Kode kelompok akan terdiri dari angka-angka yang sudah diperkirakan terlebih dahulu.
Setiap kode dalam klasifikasi menggunakan jumlah angka yang sama.
Jika terjadi penambahan kelompok rekening, dpat dilakukan dengan mengubah angka paling kiri.

Misalnya, klasifikasi rekening akan diberi kode yang terdiri dari 4 angka maka cara memberikan kodenya dapat digambarkan sebagai berikut:
Untuk kelompok-kelompok yang lain dari contoh di muka akan diberi kode dengan cara yang sama seperti yang telah disebutkan di. Apabila ada rekening dalambuku besar yang perinciannya di buat dalam buku pembantu, maka harus dibuatkan kode untuk buku pembantu. Dalam kode kelompok biasanya buku pembantu di buatkan kode angka yang diletakkan di sebelah kanan kode rekeningnya.

2. Penggunaan Kode Kelompok untuk Pengawasan
Apabila informasi akuntansi dipakai untuk mengukur prestasi maka digunakan akuntansi pertanggungjawaban. Yang dimaksud dengan akuntansi pertanggungjawaban adlah suatu sistem akuntansi yang disusun sedemikian rupa sehingga informasi yang dihasilkan menunjukkan tingkat kegiatan yang dikaitkan dengan tanggungjawab orang atau bagian tertentu.
Pusat pertanggungjawaban ini dapat dibedakan menjadi:
a. Pusat pertanggungjawaban Biaya
Yaitu unit organisasi yng dinilai atas dasar biaya yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian produksi.
b. Pusat pertanggungjawaban Pendapatan
Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar pendapatan yang menjadi tanggungjawabnya, misal bagian Pemasaran.
c. Pusat pertanggungjawaban Laba
Yaitu unit organisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi tanggungjawabnya, misalnya anak perusahaan atau devisi perusahaan.
d. Pusat pertanggungjawaban Investasi
Yaitu unit orgaisasi yang dinilai atas dasar laba yang menjadi yang menjadi tanggungjawabnya diaktikan denganinvestasinya, misalnya divisi perusahaan.
Untuk melakukan penilaian prestasi, digunakan anggaran sebagai dasar penilaian. Anggaran ini disusun untuk setiap pusat pertangungjawaban. Agar pencatatan transaksi dapat dikaitkan dengan pusat pertanggungjawaban, disusun kode rekening sedemikain rupa. Biasanya kode rkening ini menggunakan kelompok.
Berikut contoh kode untuk unit pertanggungjawaban dibuat sbb:

3. Kode Blok (Blok Code)
Dalam cara ini juga dilakukan klasifikasi seperti yang dilakukan dalam kode kelompok.
Kode yang diberikan kepada setiap klasifikasi tidak menggunakan urut-urutan digit seperti dalam kode kelompok, tetapi dengan memberikan satu blok nomor untuk setiap kelompok.
Jadi disini kode akan diberikan pada setiap kelompok, dimulai angka tertentu dan diakhiri dengan angka tertentu yang merupakan satu blok nomor kode.
Sebagai contoh penggunaan kode blok, sbb:

Kelompok Kode Blok
Aktiva 100 – 199
Utang 200 – 249
Modal 250 – 299
Penghasilan 300 – 399
Biaya Usaha 400 – 899
Pendapatan dan Rugi Laba di Luar Usaha 900 – 999

SUSUNAN BUKU BESAR DAN PEMBANTU
Buku besar dan buku pembantu dapat disusun sesuai dengan besar kecilnya perusahaan, jumlah pegawai bagian akuntansi dan susunan organisasinya.
Berikut contoh susunan buku besar dan pembantu untuk perusahaan-2 yang masih kecil sampai yang besar, yaitu:
1. Perusahaan kecil ; transaksi-transaksinya tidak begitu banyak, sehingga penggolongan transaksi-transaksi tersebut juga tidak terlalu banyak maka rekening-rekening yang digunakan semuanya dimasukkan dalam buku besar. Biasanya pemegang bukunya hanya satu orang ataumungkin pemiliknya sendiri yang melakukan pekerjaan pencatatan. Dalam keadaan seperti posting buku besar dilakukan dari buku jurnal.
2. Dalama perusahaan besar, transaksi-transaksi cukup banyak dan perlu dilakukan penggolongan yang cukup terinci akan memerlukan jumlah rekening yang cukup besar. Karena jumlah rekeningnya cukup besar, maka beberapa rekening yang perlu dibuatkan rincian akan dibuatkan buku pembantu. Pegawai yang mengerjakan buku pembantu akan tergantung pada jumlah pegawai yang ada di bagian akuntansi dan juga struktur organisasinya. Kalau pegawainya satu orangmaka bukubesar dan buku pembantu dikerjakan oleh orang ayng sama.
“Posting ke buku besar dan buku pembantu biasanya dilakukan dari buku jurnal.” Tetapi apabila pegwai bagian akuntansi lebih dari saut orang maka pengerjaan buku pembantu dapat diserahkan kepada pegawai lain atu bisa juga buku pembantu diserahkan kepada pegawai alin atau bisa juga buku pembantu dikerjakan oleh seksi-seksi yang berbeda. Dalam keadaan seperti ini buku besar diposting dari bukujurnal (secara periodik) dan buku pembantu diposting dari jurnal atau langsung dari dokumen (bukti) transaksi.
3. Apabila suatu rekening banyak sekali, misalnya piutang, maka dapat dibuatkan buku rekening kontrol dan masing-masing rekening kontrol ini dibuatkan buku pembantu. Dalam keadaan ini ada 3 buku yaitu: buku besar, buku rekening kontrol dan buku pembantu.
Pemisahan pekerjaan dan posting dilakukan dengan cara sebagai berikut: Buku besar dan buku rekening kontrol pengerjaannya dipisahkandari seksi yang mengerjakanbuku pembantu. Posting ke buku pembantu dilakukan dari bukti-bukti transaksi.

KODE BUKU PEMBANTU

Buku pembantu merupakan kumpulan kumpulan rekening-rekening yang merupakan rincian dari suatu rekening dalam buku besar.
Untuk mempermudah pembukuan, rekening-rkening buku pembantu akan diberi kode.
Pada umumnya kode untuk rekening bukupembantu diletakkan di belakang angka kode rekening buku besarnya.
Kode buku pembantu ini dapat di buat dengan cara yang sama untuk kode blok maupun untuk kode kelompok.

Misalnya, buku pembantu rekening Biaya Produksi Tidak Langsung Departemen Produksi adalah sbb:

Upah Tidak Langsung No. Kode
Pengawas 01
Inspeksi 02
Idle Time 03
Perbaikan Produk 04
Lembur 05
Bahan Penolong
Bahan – A 06
Bahan – B 07
Bahan – C 08
Biaya Produk Lain No. Kode
Bahan bakar 09
Suplies 10
Listrik 11
PPh Karyawan 12
……..dan seterusnya…. …dst…

Dalam contoh diatas, kode rekening buku pembantu dibuat dengan dua angka sehingga kalau digabungkan dengan rekening kontrolnya maka akan kode untuk masing-masing rekeningnya sbb:

Rekening Kode
Pengawas 5211-01
Inspeksi 5211-02
Idle Time 5211-03
Perbaikan Produk 5211-04
Lembur 5211-05
……..dan seterusnya…. …dst…
READ MORE - Sistem Informasi Akuntansi Terapan

Sistem Informasi Akuntansi Terapan

Resume (Pert 3) Sistem Informasi Akuntansi Terapan (STIKOM Surabaya)

Evolusi Model-Model Sistem Informasi

Secara umum terdapat lima model sistem informasi: Proses manual, sistem file mendatar (flat file), pendekatan database, model REA (resources, events, and agents), dan model ERP (enterprise resource planning).

Model Proses Manual

Model proses manual membentuk peristiwa-peristiwa fisik, sumber daya, dan personel yang mencirikan kebanyakan proses bisnis. Adapun manfaat mempelajari model proses manual sebelum menguasai sistem berdasarkan komputer. Pertama, mempelajari sistem manual membantu membangun hubungan penting antara SIA dan bidang akuntansi lainnya. Kedua, logika proses bisnis dapat lebih mudah dimengerti. Ketiga, prosedur manual memfasilitasi pemahaman kegiatan kontrol internal, termasuk pemisahan fungsi-fungsi, pengawasan, verifikasi independen, jejak audit, dan kontrol akses.

Karakteristik Akuntansi System Manual

Berfungsi sebagai filter
Pemakai informasi akuntansi hanya dapat memanfaatkan informasi akuntansi setelah fungsi akuntansi menyajikan Laporan Keuangan kepada pemakai laporan
Berdimensi tunggal
Data akuntansi dicatat dalam buku besar dan buku pembantu dan buku catatan ini dijaga dengan ketat di satu tempat
Meninggalkan jejak audit yang mudah diperiksa kembali
Proses pengolahan data akuntansi banyak melibatkan manusia
Pengendalian terhadap personal dilaksanakan melalui pemberlakuan banyak aturan dan penggunaan jenjang organisasi

Model Flat File

Sistem ini merupakan sistem kerangka utama dalam sistem mainframe besar (large mainframe system). Sistem file model menjelaskan suatu lingkungan di mana file-file data individual tidak berkaitan dengan data lainnya. Pemakai akhir dalam lingkungan ini memiliki file data mereka sendiri, dan tidak menggunakannya bersama-sama dengan para pemakai lainnya.
Kelebihan :

Performance yang idapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar, sangat jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori
Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan DBMS. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
Independensi. Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
Sentralisasi. Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
Sekuritas. DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

Kelemahan:

Penambahan child tabel tidak dapat dilakukan jika tidak terhubung dengan parent tabel
Pengguna harus sangat familiar dengan struktur basis data
Terjadi redudansi data

Model Database

Sistem manajemen database (database management system) merupakan sistem perangkat lunak khusus yang diprogram untuk mengetahui elemen-elemen data yang dapat diotorisasi setiap pemakai untuk diakses. Program pemakai mengirimkan permintaan data ke DBMS, yang kemudian memvalidasi dan mengotorisasi akses ke database sesuai dengan tingkat otoritas pemakai.
Keunggulan :

Mudah aplikasikan
Memberikan template tentang metode analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan
pemeliharaan

Kelemahan :

Jarang sekali proyek riil mengikuti aliran sekuensial yang dianjurkan model karena model ini bisa melakukan itersi tidak langsung . Hal ini berakibat ada perubahan yang diragukan pada saat proyek berjalan.
Pelanggan sulit untuk menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga sulit untuk megakomodasi ketidakpastian pada saat awal proyek.
Pelanggan harus bersikap sabar karena harus menunggu sampai akhir proyrk dilalui. Sebuah kesalahan jika tidak diketahui dari awal akan menjadi masalah besar kare harus mengulang dari awal.

Model REA

REA adalah akuntansi untuk membuat model resources, events, dan agentsyang kritikal dalam organisasi dan relasi di antara mereka. Resources adalah aktiva dari organisasi. Mereka mendefinisikan sebagai objek yang jarang sekaligus dikendalikan oleh perusahaan. Events merupakan fenomena yang mempengaruhi perubahan sumber daya. Mereka dapat dihasilkan dari kegiatan-kegiatan seperti produksi, pertukaran, konsumsi, dan distribusi. Agents ekonomi adalah para individu dan departemen-departemen yang berpartisipasi dalam peristiwa ekonomi.
KEUNGGULAN KOMPETETIF

Dengan mendukung tampilan untuk banyak pengguna, model REA memberikan para manajer informasi yang lebih relevan, tepat waktu, dan akurat. Hal ini akan mengarah pada layanan pelanggan yang lebih baik, kualitas produk yang lebih tinggi, serta proses produksi yang fleksibel.

Sistem ERP

Enterprise resource planning-ERP (perencanaan sumber daya perusahaan) merupaka suatu model sistem informasi yang memampukan suatu organisasi untuk mengotomatisasikan dan mengintegrasikan proses-proses bisnis kuncinya. Kelebihan :

Integrasi antara area fungsional yang berbeda untuk meyakinkan komunikasi, produktifitas dan efisiensi yang tepat.
Rancangan Perekayasaan
Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment
Mengatur saling ketergantungan dari proses penagihan material yang kompleks
Pelacakan 3 cara yang bersesuaian antara pemesanan pembelian, penerimaan inventori, dan pembiayaan
Akuntasi untuk keseluruhan tugas: melacak pemasukan, biaya dan keuntungan pada level inti

Kelemahan :

Terbatasnya kustomisasi dari perangkat lunak ERP
Sistem ERP sangat mahal
Perekayasaan kembali proses bisnis untuk menyesuaikan dengan standar industri yang telah dideskripsikan oleh sistem ERP dapat menyebabkan hilangnya keuntungan kompetitif
ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi dengan alur kerja dan proses bisnis tertentu dalam beberapa organisasi
Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan kebutuhan dari pelanggan
Data dalam sistem ERP berada dalam satu tempat, contohnya : pelanggan, data keuangan. Hal ini dapat meningkatkan resiko kehilangan informasi sensitif, jika terdapat pembobolan sistem keamanan
READ MORE - Sistem Informasi Akuntansi Terapan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan